Laman

Selasa, 23 Oktober 2012

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN/ORGAN PADA TUMBUHAN

Akar

Fungsi akar bagi tumbuhan untuk:
1.   Menyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan .
2.   Menyerap air dan garam-garam mineral (zat-zat hara) dari tanah
3.   Mengangkut air dan zat-zat makanan yang sudah diserap ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan
4.   Pada beberapa macam tumbuhan ada yang berfungsi sebagai alat respirasi, misalnya tumbuhan bakau
5.   Pada beberapa jenis tumbuhan, ada yang berguna sebagai tempat menyimpan cadangan makanan atau sebagai alat reproduksi vegetatif. Misalnya wortel yang memiliki akar tunggang yang membesar, berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Pada tumbuhan sukun, dari bagian akar dapat tumbuh tunas yang akan tumbuh menjadi individu baru.

Batang

Keterangan:
1.      Epidermis   : Sebagai pelindung jaringan di bawahnya
2.      Floem        : Mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke  seluruh bagian tumbuhan
3.   Kambium   : Berperan dalam pertumbuhan sekunder. Sel-selnya aktif membelah, kearah dalam membentuk xylem dan ke arah luar mebentuk floem.
4.    Xylem        : mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun.
5.    Korteks      : menyimpan cadangan makanan.


Daun

Keterangan:
1 dan 4. Epidermis                     : pelindung jaringan di bawahnya.
2. Palisade/Jaringan tiang            : tempat berlangsungnya fotosintesis. Palisade mengandung kloroflas  yang berfungsi “menangkap “ energi  cahaya matahari.
3. Jaringan bunga karang/spons : tempat berlangsungnya fotosintesis dan menyimpan cadangan makanan.
5. Stomata                                 : tempat berlangsungnya pertukaran gas O2 dan CO2.


RESPON TUMBUHAN TERHADAP PENGARUH LINGKUNGAN LUAR

GERAK  PADA  TUMBUHAN

1.   Gerak  autonom  (Endonom)
Gerak  yg  belum  diketahui  penyebabnya  secara  pasti,  diperkirakan  karena  rangsangan  yg  berasal    dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri. Contoh: gerak mengalirnya sitoplasma dalam sel tumbuhan.

2.     Gerak  Etionom
Gerak yg disebabkan rangsangan luar, terbagi menjadi:
a)       Tropisme  : gerak sebagian tubuh tumbuhan  yg arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Apabila gerak tersebut  mendekati rangsang maka disebut tropisme positif sebaliknya, bila gerak menjauhi rangsang disebut  tropisme negatif.
Jenis-jenis Tropisme berdasarkan rangsangnya:
·       Cahaya           : fototropisme (batang tumbuh mendekati cahaya)
·       Gravitasi         : geotropisme (akar tumbuh menuju pusat bumi)
·       Sentuhan        : tigmotropisme ( tumbuhan merambat membelit pagar)
·       Air                 : hidrotropisme (akar tumbuh mencari air)
b)      Nasti       :  gerak sebagian tubuh tumbuhan yg arahnya tak dipengaruhi arah datangnya rangsang. Berdasarkan jenis rangsangnya dibagi menjadi:
·       Cahaya           : fotonasti (mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis) dan buga matahari)
·       Suasana gelap : niktinasti (menutupnya daun tumbuhan kacang-kacangan (polong2an)
·       Sentuhan         : tigmonasti/seismonasti (menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) )
·       Suhu               : termonasti (mekarnya bunga tulip di musim semi)
·       Beberapa rangsang: Nasti kompleks (menutup dan membukanya stomata)
c)       Taksis                  :gerak pindah sebagian atau seluruh tubuh tumbuhan yang arahnya dipengaruhi arah rangsang. Berdasarkan jenis rangsangnya dibagi menjadi:
·       Cahaya: fototaksis (Euglena (alga bersel satu) bergerak kearah cahaya)
·       Zat kimia: kemotaksis (gerak sperma mendekati ovum)

3. Gerak  Higroskopis
Gerak bagian tumbuhan karena perubahan kadar air dari sel-sel tumbuhan. Misal: pecahnya kulit buah tumbuhan polong-polongan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar